Archive | kajian RSS feed for this section
19 Mar

IMG-20150316-WA0000

Mari Hadiri Kajian dengan tema PEMUDA PEKA ZAMAN

bersama Ustadz Muhammad Fanni Rahman
(Ketua Sahabat Al-Aqsha, Ketua Relawan Masjid Indonesia, Ketua Takmir Masjid Jogokariyan, CEO Pro-U Media)

Sabtu, 21 Maret 2015

pukul 20.00 – selesai

di Masjid Sulthonain Nitikan

 

Advertisements

K2P – Aku, Kau, dan Al-Quran

6 Mar

poster 2 pekanan MARET 15

(HADIR KEMBALI!)

Hadiri!
kajian “Aku, Kau, dan Al-Quran”

pembicara:
Ustadz M. Ulin Nuha al-Hafidz (pimpinan pondok pesantren Harun Asy-Syafi’i, penerima sanad Al-Quran riwayat Hafsh dan Syu’bah)
————————————-
Sabtu, 7 Maret 2015
pukul 20.00-selesai
di Masjid Danunegaran
————————————-
GRATIS!
untuk umum | putra & putri

Kajian2Pekanan
Info:
085729082978
@fsrmy
remajamasjidjogja.wordpress.com
————————————-
Datangi dan Ajak yg lain.

Terimakasih jika berkenan menyebarkan info ini.

Resume Kajian2Pekanan “Ghazwul Fikri”

23 Feb

Ghazwul Fikri/ Perang Pemikiran
Ustadz Sigit Yulianta, S.T., M.S.I.
Sabtu, 21 Februari 2015
Masjid Al-Azhar Pugeran

Ditinjau dari peperangan antara al-Haq dengan al-Bathil, peperangan ini sudah dimulai sejak Adam ‘alaihissalam diciptakan oleh Allah ta’ala. Allah tetapkan baginya sebagai khalifah di bumi, kemudian Allah perintahkan semua penduduk langit untuk bersujud padanya. Fasajadu illa iblis, semua bersujud kecuali iblis. Saat itulah perseteruan antara al-Haq dan al-Bathil terjadi. Iblis dengan arogansinya menjawab, “Aku lebih baik daripada dia (Adam), aku diciptakan dari api dan dia dari tanah” ketika Allah bertanya, “Kenapa engkau enggan bersujud pada Adam?” Inilah sifat iblis yang tidak hanya diwarisi oleh bangsa jin, tetapi juga kalangan manusia.

Iblis bersumpah di hadapan Allah, “Ya Allah, karena Engkau telah tetapkan aku sesat. Maka demi kemuliaanku, aku akan menyesatkan Adam dan anak cucunya. Aku akan datangi mereka dari depan dan belakang, kanan dan kiri hingga tidak engkau dapati kebanyakan dari mereka kecuali menyekutukanMu. Kecuali hamba-hambaMu yang ikhlas.” Sejak inilah benar-benar dimulai peperangan.

Allah sejak awal sudah peringatkan kepada kita bahwa setan merupakan musuh yang nyata. Jangan pernah mengikuti langkah-langkah setan. Apapun bentuknya, terlebih di zaman ini yang bermacam-macam banyaknya. Tidak hanya setan dari kalangan jin, tetapi juga ada setan dari kalangan manusia.

Ditinjau dari metode/strategi pertempuran, kita mendapati fakta sejarah bahwa orang-orang kafir, musyrik, munafik mengambil pelajaran dari peperangan-peperangan fisik yang mereka lakukan terhadap kaum muslimin. Peperangan yang terjadi di masa Nabi dan para sahabat, hampir dalam setiap perang jumlah kaum muslimin lebih sedikit. Persenjataan juga kalah dibanding musuh-musuhnya. Namun, tidak pernah bisa benar-benar dikalahkan.
Belajar dari peperangan-peperangan ini, orang-orang kafir mengambil kesimpulan bahwa umat Islam tidak bisa dikalahkan dengan peperangan fisik. Mereka menyadari hal ini. Maka kemudian mereka berpikir untuk melakukan peperangan dengan bentuk lain yang bisa menghancurkan umat Islam secara tidak sadar, tetapi efektif. Ada suatu pertemuan misionaris internasional di Inggris waktu itu. Speaker-nya mengangkat Al-Qur`an dan berkata, “Selama Al-Qur`an ini ada dalam dada setiap muslim, jangan harap kalian bisa mengalahkan mereka.” Inilah suatu kesimpulan yang diambil. Strategi mereka kemudian adalah tidak melakukan konfrontasi, tetapi membiarkan umat Islam dengan pengakuan lisan atas keislamannya sambil menyibukkan dengan hiburan-hiburan yang melalaikan, terutama pemudanya. Dengan begitu, umat Islam perlahan-lahan keluar dari agamanya tanpa disadari. Maka saat ini berapa banyak pemuda yang benar-benar mengkaji Al-Qur`an?

Diantara cara yang dilakukan adalah menyebarkan berita bohong. Berita-berita bohong disebarkan atau didengungkan terus menerus hingga dianggap benar. Selain itu, melakukan pendangkalan aqidah. Umat Islam dibuat ragu dengan aqidahnya, kemudian muncul paham pluralisme agama. Semua agama benar, semua agama menuju Tuhan yang sama, kebenaran hanya milik Tuhan, dan sebagainya.

Maka mari kita sadari dan waspadai hal ini dengan mendalami agama Islam dengan benar. Tata cara belajar sebagai seorang muslim ada 5 poin, yaitu:
1. Melalui sumber rujukan yang pasti benar; Al-Qur`an dan Hadits shahih.
2. Mengikuti pemahaman dan aplikasi shahabat Nabi.
3. Jaga dan pelihara kebersihan hati.
4. Belajar dan mengambil nasihat dari orang-orang ‘alim yang mukmin. Orang ‘alim yang mukmin adalah orang yang imannya telah mendarah daging.
5. Doa.

Allahu a’lam. Demikian resume ini ditulis. Semoga bermanfaat. Resume ini memang kurang lengkap, silakan download rekaman audionya di sini untuk mengambil faidah dari kajian ini dengan lengkap.

Jika ingin download rekaman audio kajian lainnya klik di sini.

Jejak Kesabaran Para Ulama

16 Feb

poster 2 pekanan februari2

Hadiri Kajian 2 Pekanan FSRMY

Jejak Kesabaran Para Ulama

pembicara : Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., M.A., M.PI.
(Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) DIY)

Sabtu, 21 Februari 2015
pukul 20.00 WIB
di Masjid Al-Azhar Pugeran

GRATIS!
untuk umum
ikhwan dan akhwat

informasi:
085729082978
@fsrmy

Resume Kajian Membongkar Modus-Modus

8 Feb

Resume Kajian “Membongkar Modus-Modus Pemurtadan dan Penyesatan Ummat”
Sabtu, 7 Februari 2015
Ustadz Ir Muhammad Ikhsan
Masjid Kalimosodo Patangpuluhan

“Suatu serangan itu pasti dimulai dari pinggir, agar lebih mudah.” Beliau memulai kajian dengan kalimat ini untuk menganalogikan bahwa suatu pemurtadan atau penyesatan itu biasa terjadi dimulai dari orang yang berada di pinggir. Pinggir dalam hal keimanan; orang yang beribadah kepada Allah hanya di tepian.

Sudah sering terjadi kasus pada pemuda-pemudi Islam dan sampai saat ini masih saja terjadi. Kebanyakan laki-laki itu mencari pasangan yang penting cantik, sementara perempuan mencari pasangan yang penting mapan. Karena kecenderungan seperti ini, hanya memikirkan yang penting cantik atau yang penting mapan saja, menjadi sasaran empuk, tahu-tahu pemuda Islam menikah di gereja. Ini salah satu modusnya. Terjadi di sekitar kita.

Maka janganlah beribadah pada Allah di tepi, mudah menjadi objek/sasaran pemurtadan maupun penyesatan. Oleh karena itu, marilah berislam sampai tengah; menyeluruh. Itu yang dinamakan Islam kaaffah. Allah wasiatkan pada kita dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 208.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah/keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Jangan jadi orang Islam yang ingin enaknya saja. Sudah ingin enaknya saja, mutungan pula saat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Orang Islam yang kayak gini ini menjadi sasaran empuk pemurtadan dan penyesatan. Berislam itu harus dalam keadaan suka maupun duka.

Islam kaaffah itu cirinya:

  1. Adanya pemahaman dan keyakinan bahwa Islam itu agama yang paling benar, paling baik, sempurna, dan paripurna. Firman Allah dalam Al-Quran surat Ali ‘Imran ayat 19; “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” Serta dikuatkan dalam surat yang sama ayat 85; “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Untuk menunjukkan bahwa Islam itu agama yang paling benar, paling baik, sempurna, dan paripurna itu rasah kakean mikir, kelihatan jelas di depan mata. Yaitu:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Agama mana yang Tuhannya Esa/ Satu? Hanya Islam. Lainnya? Lebih dari satu.

  1. Tempat ibadah

Hanya masjid; tempat ibadah umat Islam-lah yang tidak ada patungnya. Tempat ibadah agama lainnya ada patung/berhala/arca di dalamnya.

  1. Kiblat

Satu-satunya agama yang punya kiblat dan kiblatnya hanya satu, hanyalah Islam.

Jadi, kalau kita bisa melihat hal yang jelas ini, bagaimana mau cari agama selain Islam?

  1. Dibawa sampai mati. “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar ketaqwaan. Dan janganlah sekali-kali mati, kecuali dalam keadaan Islam”

Perlu kita membentengi ummat ini dengan ta’lim; pendidikan. “Saat ini saya kira ada yang lebih mengancam daripada pemurtadan, yaitu paham pluralisme agama. Paham yang menganggam semua agama itu sama. Sama-sama mengantar ke surga, walau dengan cara yang berbeda.” Pluralisme jelas bertentangan dengan Al-Quran surat Ali ‘Imran ayat 19. Pluralisme agama menggerogoti umat Islam dengan sangat halus. Hal ini membahayakan aqidah umat Islam.

  1. Agama Islam ini ditinggikan atas agama lainnya. Agama Islam ini dimenangkan atas agama yang lain. Agama Islam ini bukan untuk disamakan dengan agama lainnya. Rasulullah Saw. diutus oleh Allah untuk memenangkan atas agama lainnya. Maka pluralisme itu jelas salah.

Kita umat Islam ini selain diserang pemurtadan dan penyesatan secara terang-terangan, terjadi juga serangan secara perlahan. Serangan perlahan ini terutama dalam sistem pemerintahan. Seolah-olah Islam itu tidak bisa mengatur pemerintahan. Seharusnya umat Islam itu melaksanakan hukum Islam, bukan hukum buatan manusia berdasarkan hak asasi manusia. Maka dari itu, kita seharusnya ikut menegakkan syariat Islam. Indikator tegaknya syariat Islam yaitu individu bertaqwa, adanya jamaah, dan adanya daulah/pemerintahan.

Tambahan: Banyak terjadi pemurtadan di daerah pelosok-pelosok. Inilah kelemahan kita. Kelemahan dakwah Islam itu sering tidak bisa menjangkau daerah pelosok karena keterbatasan mobilisasi. Kurangnya biaya untuk mobilisasi ngalor ngidul ke daerah pelosok tersebut. Sementara misionaris agama lain itu mobilisasinya dibiayai sepenuhnya.

 

Wallahua’lam. Demikian. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Jika menginginkan isi kajian secara lengkap, silakan download rekaman audionya di sini

Atau ingin download kajian lainnya di sini

Image

Membongkar Modus-Modus

6 Feb

poster 2 pekanan februari

Menggenggam Cinta Membawanya ke Surga

23 Jan

Mari hadiri Kajian bertema
“Menggenggam Cinta, Membawanya ke Surga”

bersama
Ust Adi Abdillah
(Maz Kembar, Lentera Hati)
———————————————-
Ahad, 25 Januari 2015
pukul 15.30-selesai
di Masjid Al-Amin Rotowijayan
———————————————-
GRATIS!
untuk umum | putra & putri

Kajian2Pekanan
Info:
085729082978
@fsrmy
———————————————-
Datangi dan Ajak yg lain.

Terimakasih jika berkenan menyebarkan info ini.

———————————————-
denah Masjid Al-Amin Rotowijayan:
pasar ngasem ke utara, sebelum perempatan ada gang bergapura hijau di kanan (timur) jalan, masuk gang itu, ada masjid Al-Amin.

POSTER MENGGENGGAM CINTA