Resume Kajian Membongkar Modus-Modus

8 Feb

Resume Kajian “Membongkar Modus-Modus Pemurtadan dan Penyesatan Ummat”
Sabtu, 7 Februari 2015
Ustadz Ir Muhammad Ikhsan
Masjid Kalimosodo Patangpuluhan

“Suatu serangan itu pasti dimulai dari pinggir, agar lebih mudah.” Beliau memulai kajian dengan kalimat ini untuk menganalogikan bahwa suatu pemurtadan atau penyesatan itu biasa terjadi dimulai dari orang yang berada di pinggir. Pinggir dalam hal keimanan; orang yang beribadah kepada Allah hanya di tepian.

Sudah sering terjadi kasus pada pemuda-pemudi Islam dan sampai saat ini masih saja terjadi. Kebanyakan laki-laki itu mencari pasangan yang penting cantik, sementara perempuan mencari pasangan yang penting mapan. Karena kecenderungan seperti ini, hanya memikirkan yang penting cantik atau yang penting mapan saja, menjadi sasaran empuk, tahu-tahu pemuda Islam menikah di gereja. Ini salah satu modusnya. Terjadi di sekitar kita.

Maka janganlah beribadah pada Allah di tepi, mudah menjadi objek/sasaran pemurtadan maupun penyesatan. Oleh karena itu, marilah berislam sampai tengah; menyeluruh. Itu yang dinamakan Islam kaaffah. Allah wasiatkan pada kita dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 208.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara kaaffah/keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Jangan jadi orang Islam yang ingin enaknya saja. Sudah ingin enaknya saja, mutungan pula saat tidak sesuai dengan yang diinginkan. Orang Islam yang kayak gini ini menjadi sasaran empuk pemurtadan dan penyesatan. Berislam itu harus dalam keadaan suka maupun duka.

Islam kaaffah itu cirinya:

  1. Adanya pemahaman dan keyakinan bahwa Islam itu agama yang paling benar, paling baik, sempurna, dan paripurna. Firman Allah dalam Al-Quran surat Ali ‘Imran ayat 19; “Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.” Serta dikuatkan dalam surat yang sama ayat 85; “Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.”

Untuk menunjukkan bahwa Islam itu agama yang paling benar, paling baik, sempurna, dan paripurna itu rasah kakean mikir, kelihatan jelas di depan mata. Yaitu:

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Agama mana yang Tuhannya Esa/ Satu? Hanya Islam. Lainnya? Lebih dari satu.

  1. Tempat ibadah

Hanya masjid; tempat ibadah umat Islam-lah yang tidak ada patungnya. Tempat ibadah agama lainnya ada patung/berhala/arca di dalamnya.

  1. Kiblat

Satu-satunya agama yang punya kiblat dan kiblatnya hanya satu, hanyalah Islam.

Jadi, kalau kita bisa melihat hal yang jelas ini, bagaimana mau cari agama selain Islam?

  1. Dibawa sampai mati. “Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar ketaqwaan. Dan janganlah sekali-kali mati, kecuali dalam keadaan Islam”

Perlu kita membentengi ummat ini dengan ta’lim; pendidikan. “Saat ini saya kira ada yang lebih mengancam daripada pemurtadan, yaitu paham pluralisme agama. Paham yang menganggam semua agama itu sama. Sama-sama mengantar ke surga, walau dengan cara yang berbeda.” Pluralisme jelas bertentangan dengan Al-Quran surat Ali ‘Imran ayat 19. Pluralisme agama menggerogoti umat Islam dengan sangat halus. Hal ini membahayakan aqidah umat Islam.

  1. Agama Islam ini ditinggikan atas agama lainnya. Agama Islam ini dimenangkan atas agama yang lain. Agama Islam ini bukan untuk disamakan dengan agama lainnya. Rasulullah Saw. diutus oleh Allah untuk memenangkan atas agama lainnya. Maka pluralisme itu jelas salah.

Kita umat Islam ini selain diserang pemurtadan dan penyesatan secara terang-terangan, terjadi juga serangan secara perlahan. Serangan perlahan ini terutama dalam sistem pemerintahan. Seolah-olah Islam itu tidak bisa mengatur pemerintahan. Seharusnya umat Islam itu melaksanakan hukum Islam, bukan hukum buatan manusia berdasarkan hak asasi manusia. Maka dari itu, kita seharusnya ikut menegakkan syariat Islam. Indikator tegaknya syariat Islam yaitu individu bertaqwa, adanya jamaah, dan adanya daulah/pemerintahan.

Tambahan: Banyak terjadi pemurtadan di daerah pelosok-pelosok. Inilah kelemahan kita. Kelemahan dakwah Islam itu sering tidak bisa menjangkau daerah pelosok karena keterbatasan mobilisasi. Kurangnya biaya untuk mobilisasi ngalor ngidul ke daerah pelosok tersebut. Sementara misionaris agama lain itu mobilisasinya dibiayai sepenuhnya.

 

Wallahua’lam. Demikian. Mohon maaf jika ada kesalahan.

Jika menginginkan isi kajian secara lengkap, silakan download rekaman audionya di sini

Atau ingin download kajian lainnya di sini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: